Maju menyerang, bertahan atau bahkan diam dengan apa yang
terjadi. Kehidupan seperti cerita dengan alur uniknya. Satu masa ke masa
berikutnya, suatu keadaan ke keadaan berikutnya serta apa yang dipelajari dari
satu hal ke hal yang lain membuat manusia terlihat tidak konsisten.
Konsisten adalah tetap, ajek, serta selaras ucapan dengan
perbuatan. Itulah makna dari apa yang sering dilontarkan kebanyakan orang. Seakan konsisten menjadi sebuah keharusan.
Saya sering bingung dengan apa yang mereka maksudkan dengan konsep konsisten.
Apakah mereka paham atau tidak dengan makna konsisiten.
Konsep belajar mengharuskan kita mengkaji ulang pemahaman
mengenai konsep konsisiten. Sering kali telinga tercekoki slogan “konsisten dong!”, saya menganggap ini omong
kosong para pendogma yang menyesatkan tanpa bertanggung jawab. Pemahaman yang sering
membuat manusia dengan mudahnya menghakimi suatu kepribadian.
Pikirkan..!
Bisa saja hari ini kita menyukai topik atau hal tertentu,
bisa juga esok kita membencinya. Semua orang pasti melakukannya.
Lalu
apakah semua orang tidak konsisten?
Hidup itu dinamis, bergerak dari satu kondisi ke kondisi
yang lain. Belajar pun demikian, menuntut kita ke tingkat yang berbeda. Belajar
bukan sebatas institusi pendidikan semata, belajar sesungguhnya adalah selama
kita masih hidup di dunia. Nalar manusia membuat sesuatu terus berubah, tidak
tetap pada suatu keadaan.
Tengok saja negara ini yang dulu berideologi nasionalis
sosialis tapi sekarang berubah cenderung liberal, tengoklah china yang dulu
membenci kapitalisme namun sekarang berekonomi kapitalistik. Apakah Indonesia
dan china tidak konsisten?
Kedangkalan berpikir menyebabkan kekacauan saat menyimpulkan.
Ketika kebanyakan mayoritas orang menggunakan istilah konsisten donk! Maka
dengan mudah individu mengiyakan. Padahal akan lain cerita bila hal tersebut
dikaji terlebih dahulu.
Menggunakan istilah konsisten dong! Untuk ditujukan kepada
setiap individu saya pikir kurang pantas Karena, dapat mengesampingkan sisi
dinamis manusia sebagai mahluk pembelajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar